Welcome ...

Saturday, September 15, 2012

DAUN KUPING GAJAH (Anthurium crystallinum)


A.    Anthurium Daun

Masyarakat luas mengenal anthurium daun (Anthurium crystallinum forma peltifolium), sebagai kuping gajah. Disebut demikian, barangkali karena daun tanaman ini lebar-lebar hingga mirip kuping gajah. Istilah anthurium daun digunakan, untuk membedakannya dengan anthurium bunga (A. andreanum;  A. scherzerianum; dan A. digitatum). Kalau Anthurium bunga dimanfaatkan sebagai bunga potong, maka Anthurium daun lebih banyak digunakan sebagai dekorasi ruang. Meskipun keduanya biasa dimanfaatkan pula sebagai elemen taman.  
Anthurium merupakan tanaman hias asli dari Amerika Tengah dan Selatan. Dikenal ada 600 sampai 800 spesies Anthurium. Beberapa ahli bahkan berpendapat ada sekitar 1000 spesies Anthurium di seluruh dunia. Silangan dari spesies-spesies tersebut, terutama spesies Anthuriun bunga, jumlahnya lebih banyak lagi.

Beda dengan Anthurium bunga, Anthurium daun kurang mendapat perhatian para pemulia, sehingga hasil silangan (hibrida) Anthurium daun juga tidak banyak. Padahal selain Anthurium crystallinum, dikenal pula Anthurium hookeri dan Anthurium huegelii. Dua spesies anthurium daun ini dikenal sebagai “birdnest anthurium” alias Anthurium sarang burung.

B.     Anthurium crystallinum (Daun Kuping Gajah)

1.      Klasifikasi

Kingdom        : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom   : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi              : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas              : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas       : Arecidae
Ordo              : Arales
Famili             : 
Araceae (suku talas-talasan)
Genus             : 
Anthurium
Spesies           : 
Anthurium crystallinum

2.      Karakteristik
Anthurium kuping gajah berpenampilan menarik, karena bentuk, warna, dan pola hiasan daunnya. Daun anthurium berbentuk jantung dan besar, bila dibandingkan dengan ukuran batangnya. Daun yang lebar ini lalu dianggap menyerupai kuping gajah. Warnanya hijau gelap seperti beludru. Tulang daunnya yang berupa urat-urat hijau muda keputih-utihan membentuk pola hiasan berwarna perak.
Warna hijau beludru dan hiasan perak ini akan semakin menarik, kalau anthuriun kuping gajah dipelihara di dataran menengah sampai tinggi, dengan sinar matahari yang tidak terlalu penuh, karena Anthurium hanya butuh sinar matahari sedikit. Tempat yang teduh seperti di beranda rumah, teras belakang rumah menjadi tempat yang cocok bagi Anthurium. Daun Anthurium akan berubah menguning jika terkena sinar matahari secara terus menerus dalam waktu lama. Tetapi bila cahaya kurang, daun nampak lemas dan pucat, daun dan tangkainya cenderung memanjang.
Ukuran daun anthurium kuping gajah bisa mencapai panjang 40 cm dengan lebar 30 cm. Ada pula varietas yang bisa berdaun sangat lebar, dengan tangkai daun yang juga panjang, namun warna daun serta pola tulanganya tidak secemerlang varietas yang berukuran lebih kecil. 

3.      Jenis-Jenis
Ada beberapa jenis kuping gajah, di antaranya :
a.       Kuping Gajah Crystalinum



Spesies kuping gajah jenis ini umum dan paling banyak dijumpai di Indonesia sebagai tanaman penghias rumah. Rumah dengan tanaman ini memberikan kesan klasik dan homey. Pembiakan yang umum dilakukan adalah stek batang.
  
b.      Kuping Gajah Clarinervium

 
  
Spesies kuping gajah jenis ini memiliki dimensi daun maksimal terkecil dibanding jenis lainnya. Selain itu, pertumbuhannya juga lebih lambat. Clarinervium unggul dalam ketebalan daunnya. Corak terbentuk dari alur tulang daun yang berwarna keputihan dengan warna cenderung melebar keluar tulang daun. Jadi perbandingan dengan dimensi daun, maka alur putih terlihat paling dominan. Di Belanda, ada sebuah perusahaan yang mengembangbiakkan Anthurium ini secara besar-besaran.

c.       Kuping Gajah Nikki


Spesies kuping gajah jenis ini memiliki warna daun hijau kekuning-kuningan dengan dimensi yang cenderung besar. Secara menyeluruh, daun terlihat lemas. Dari batang utama seringkali muncul anakan baru sehingga berkesan merumpun.
  

d.      Kuping Gajah Papillilaminum


Spesies kuping gajah jenis ini memiliki warna daun hijau tua. Tulang daun pada Anthurium ini termasuk yang paling tidak tegas, sehingga corak yang terbentuk pada lembar daun pun terkesan samar-samar.

e.       Kuping Gajah Regale


Spesies kuping gajah jenis ini merupakan Anthurium kuping gajah yang sosoknya paling kokoh. Corak yang terbentuk dari alur tulang daun pada Anthurium regale adalah yang terbagus dan terunik dibandingkan jenis Anthurium kuping gajah lainnya. Jenis corak ada banyak variasi, sehingga kemudian muncul banyak nama-nama regale yang digolongkan menurut coraknya. Karakter daun akan semakin bagus terlihat pada daun yang sudah besar. Daun regale dapat mencapai dimensi maksimal sangat besar/huge sampai dengan panjang daun 2 m. Spesies ini sering dijumpai di Benua Amerika (Amerika Serikat dan Amerika Selatan).
  
4.      Cara Perawatan

Anthurium daun bisa ditanam di dataran rendah (0 m dpl.), sampai ke dataran tinggi 2000 m dpl. Namun tanaman ini akan tumbuh optimal di ketinggian 500-1000 m dpl. Pada ketinggian ini, warna hijau dan hiasan peraknya akan tampil dengan optimal. Demikian pula dengan ukuran daunnya.
Untuk bisa tampil prima, Anthurium kuping gajah memerlukan tingkat kelembaban tinggi, dengan sinar matahari hanya sekitar 50%. Sesuai dengan habitat aslinya, Anthurium kuping gajah hanya akan tumbuh subur di media humus yang kaya bahan organik. Tanaman ini tidak dapat tumbuh baik jika ditanam secara langsung di tanah. Meskipun tanah tersebut sudah dicampur dengan kompos atau bahan organik lainnya.    
Tanaman ini hanya cocok dibudidayakan dalam pot, atau di cekungan yang dikeraskan dengan semen. Sebab di habitat aslinya, tanaman ini tumbuh di celah-celah batu yang berisi humus. Pot untuk menanam kuping gajah sebaiknya terbuat dari gerabah atau semen. Pot plastik juga bisa digunakan, tetapi kualitas tanaman akan lebih sempurna kalau dibudidayakan dalam pot gerabah. Media tanam yang cocok terdiri dari campuran pasir dan kerikil atau bahan keras lainnya dengan bahan organik. Bahan keras ini bisa berupa puing, pecahan batu bata, genteng, pecahan batu tambang, dll. Sedangkan bahan organiknya bisa berupa pupuk kandang yang sudah masak, kompos, humus, dan serasah yang sudah mulai lapuk. 
Manfaat pasir dan bahan keras lainnya adalah untuk mencegah bahan organik itu memadat. Sebab bahan organik berupa pupuk kandang atau sisa-sisa daun, akan cepat sekali lapuk dan memadat. Dalam keadaan seperti ini akar tanaman akan sulit bernapas. Selain itu, bahan organik media tanam ini, akan segera mengundang cacing untuk memangsanya. Cacing ini akan mengeluarkan kotoran yang segera memperpadat media tanam. Untuk mencegah datangnya cacing, Anthurium yang ditanam dalam pot harus ditaruh dengan alas karas, misalnya ubin, batu bata, atau semen. Dapat pula dengan secara rutin menyiram media tanam itu dengan pestisida kontak.      
Penyiraman dilakukan 1 kali sehari. Tetapi jika cuaca panas, boleh di siram 1 – 2 kali (pagi dan sore). Tanaman kuping gajah tidak suka basah, tetapi suka kelembaban. Oleh karena itu, air tidak boleh sampai tergenang atau becek. Daun yang sudah tua atau rusak karena hama dan penyakit, dipotong agar tanaman tampak bersih dan menarik.

5.      Cara Perkembagbiakan

Anthurium daun, bisa diperbanyak secara vegetatif dengan potongan batang, bisa pula secara genetratif melalui biji. Anthurium daun pun, sebenarnya juga berbunga. Namun bunga Anthurium daun tidak semenarik penampilan daunnya. Bunga Anthurium terdiri dari seludang dan tongkol bunga. Seludang inilah yang pada Anthurium bunga tumbuh dengan berbagai bentuk dan warnanya yang menarik. Sementara tongkol bunganya ada yang tumbuh lurus, ada pula yang melengkung seperti halnya paruh burung flamingo. Bentuk seludang dan tongkol bunga, yang mirip kepala dan paruh flamingo inilah yang menjadikan salah satu jenis Anthurium mendapat julukan Flamingo Lily.

a.       Perkembangbiakan secara Generatif

Perbanyakan Anthurium secara generatif dari biji, dilakukan pertama-tama dengan penyerbukan bunga. Anthurium daun kebanyakan tidak bisa menyerbuk sendiri dengan bantuan serangga. Padahal bunga jantan dan betina terdapat pada tongkol yang sama. Hal ersebut dikarenkan waktu mekar bunga jantan dan bunga betina tidak bersamaan.
Pertama-tama bunga betina akan keluar berupa bintik-bintik yang mengeluarkan cairan lengket seperti lem. Bunga betina ini akan mekar antara pukul 08.00-10.00 pagi. Proses ini berlangsung sekitar dua sampai tiga hari. Setelah bunga betina mekar semua, disusul mekarnya bunga jantan di tongkol yang sama. 
Waktu mekarnya bunga jantan juga sama dengan bunga betina. Ditandai dengan keluarnya bintik-bintik kuning tepung sari. Karena mekarnya bunga jantan dan betina dalam satu individu bunga tidak bersamaan, maka harus dilakukan persarian silang. Hingga pada pagi hari antara pukul 08.00-10.00, harus ada minimal dua individu bunga, yang satu mekar bunga betinanya, yang satu lagi bunga jantannya.
Proses persarian bisa dilakukan dengan bantuan kuas, bisa pula dengan tangan telanjang. Caranya, telapak tangan kita digunakan untuk memegang tongkol yang sedang mekar bunga jantannya, lalu tangan itu digunakan untuk memegang-megang bunga betinanya. 
Kalau proses persarian terjadi, maka tongkol akan tetap segar dan tumbuh bintil-bintil biji. Kalau persarian gagal, maka tongkol, seludang, dan tangkai bunga akan menguning dan kering.
Buah yang masak akan ditandai dengan membengkaknya bintik-bintik itu dan perubahan warna dari hijau menjadi kemerahan. Dalam satu tongkol bunga bisa ada ratusan buah beri dengan diameter 3 mm. Buah ini harus segera dipetik, diremas-remas sambil dicuci, sampai diperoleh "beras" biji Anthurium. Beras ini dikeringkan dan diangin-anginkan, setelah itu direndam larutan atonik dan disemai di wadah yang telah diisi media.
Wadah tersebut ditutup rapat dengan plastik bening, kemudian ditahuh di tempat yang terkena panas matahari 50%. Dalam jangka waktu antara 1-2 bulan semai ini akan tumbuh. Untuk mengembangkannya menjadi individu tanaman baru, semai ini dibongkar, dipindahkan ke pot koloni, dan secara bertahap disapih ke dalam pot tunggal.


b.      Perkembagbiakan secara Vegetatif

Perbanyakan secara vegetatif dapat dilakukan dengan memisahkan anakan, tetapi bisa pula dengan memotong-motong batang. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan :
1)      Carilah tanaman Anthurium yang batangnya telah panjang. Potong bagian atas tanaman, dengan batas pada bagian batang yang masih ada akarnya. Bagian atas tanaman ini ditanam dalam pot baru.
2)      Bagian bawah tanaman dibongkar, seluruh akarnya dibuang, dicuci, dan  dipotong-potong sepanjang 3 cm. Potongan batang ini dilayukan dengan diangin-anginkan.
3)      Potongan batang ini direndam dalam larutan atonik untuk merangsang pertumbuhannya.
4)      Potongan-potongan yang sudah direndam ini kemudian disemai dalam media tanam yang sama dengan media untuk menanam tanaman dewasa. Potongan yang berasal dari bagian batang tanaman yang berada di atas tanah akan menumbuhkan tunas lebih cepat dibanding dengan potongan dari bagian batang yang sebelumnya sudah terbenam dalam media tanam. Namun dalam jangka waktu antara 1-3 bulan, seluruh potongan batang sudah akan menumbuhkan tunas yang muncul dari permukaan media semai.
5)      Setelah semai ini menumbuhkan dua sampai tiga daun, seluruh media dibongkar.
6)      Semai dipindahkan ke pot kecil-kecil dan ditaruh di tempat yang teduh.
7)      Dalam waktu kurang dari satu tahun, tanaman Anthurium tua itu sudah bisa berkembang menjadi beberapa individu tanaman baru.

Tanaman baru ini masih sangat rentan terhadap perubahan suhu udara, kelembaban, dan sinar matahari sehingga tanaman harus ditempatkan di lokasi yang teduh dan lembab. Anthurium tidak mau menerima sinar matahari langsung secara penuh selama 12 jam. Apabila sinar matahari tidak tersaring tajuk pohon atau paranet, maka kebutuhan sinarnya cukup setengah hari. Apabila penempatannya di lokasi yang terkena sinar matahari dari pagi sampai sore, maka harus ada tanaman peneduh atau paranet 50%.
Penyiraman tanaman dilakukan setiap hari, kecuali pada hari itu turun hujan. Setelah media tampak memadat, ditambahkan media tanam baru sekaligus dilakukan penggemburan terhadap media tanam lama. 


6.      Hama dan Penyakit

Anthurium memang cenderung tahan terhadap serangan hama. Namun tetap saja ada kemungkinan tanaman ini terserang. Berikut beberapa contoh hama yang menyerang tanaman kuping gajah dan cara penanganannya :
           
a.       Aphid

Wujud hama ini adalah kutu berwarna kuning. Aphid biasanya hidup bergerombol pada pucuk tanaman dan pangkal bunga. Penyebarannya terhitung cepat, karena aphid menghisap cairan daun, maka daun yang terserang tumbuh tidak sempurna, sehingga cenderung menjadi keriting, menghitam, dan kering.
Penanggulangannya dengan menggunakan insektisida seperti Ye Man Te, Demiter, Supracide, Decis, Curacron, atau Basudin. Insektisida ini bersifat kombinasi antara contact killing dan nervous disturbing. Artinya, bila insektisida mengenai serangga, serangga langsung mati. Jika tidak mati kemampuan reproduksinya hilang, sehingga terputuslah siklus hidup serangga. Semprotkan insektisida ke bagian tanaman yang terserang aphid seminggu sekali dalam kurun waktu tiga minggu. Pencegahan dilakukan dengan menyemprotkan insektisida sekali dalam sebulan.    
b.      Fungus Gnat       

Fungus gnat adalah hama yang bentuknya menyerupai nyamuk berwarna hitam. Ia hidup pada media tanam yang lembab. Adenium yang terserang ditandai dengan adanya bintik hitam di kuncup bunganya. Kemudian kuncup bunga akan membusuk dan gugur.          
Penanggulangannya dengan menyemprotkan insektisida, seperti Ye Man Te, Demier, atau Proleaf ke bagian tanaman yang terserang. Atau alternatif lain dengan menggunakan Trigard dan Agrimec dengan dosis 0.5/liter air.

c.       Mealy Bug           

Hama ini berupa kutu berwarna putih dan mempunyai sejenis tepung yang dijumpai pada ketiak dan pucuk daun muda. Serangannya menyebabkan pertumbuhan pucuk yang abnormal. Penanggulangannya dengan menyemprotkan insektisida, seperti Proleaf ke bagian tanaman yang terserang.
  
d.      Nematoda

Nematoda umumnya ditemukan di media tanam yang diberi pupuk kandang. Gejala awal adalah menguningnya daun dan gugurnya kuncup bunga yang masih muda. Bagian yang diserang nematoda adalah akar Adenium. Jika Adenium yang sakit dicabut dari potnya akan terlihat semacam umbi di akar serabut. Di samping itu ujung akar serabut banyak yang mati dan pangkal akar mengeriput atau berlubang. Jika dilihat dengan mikroskop akan tampak banyak cacing kecil menggerogoti akar Adenium.
Kerusakan tanaman disebabkan karena sekresi air ludah yang diinjeksikan ke dalam tanaman saat nematoda menggigit atau memakan tanaman. Proses ini bisa menyebabkan kematian karena kekuatan akar dan tunas hilang, terbentuk luka, jaringan tanaman membengkak, dan pecah.    
Penanggulangannya dengan mencabut tanaman dari pot dan mencuci akarnya pada air yang mengalir. Potong dan buang semua akar serabut yang rusak dan busuk. Selanjutnya akar direndam dalam larutan insektisida atau nematisida (misalnya atau nematisida Dazomet 98% dengan dosis sesuai anjuran) hingga seluruh akar dan pangkal batang terendam selama setengah jam. Angkat tanaman dan angin-anginkan di tempat teduh selama 1—2 minggu. Setelah tanaman sehat sebaiknya ditanam pada media tanam baru yang steril. Gunakan media tanam yang bersih dan bahan organik yang sudah matang benar. Jika perlu bisa ditambahkan nematisida butiran seperti Furadan 3G yang dicampur dalam media tanam.

e.       Root Mealy Bug 

Hama berupa kutu rambut berwarna putih ini umumnya dijumpai pada media tanam yang lembab. Tanaman yang terserang mengalami layu pucuk, kerusakan batang, dan disertai pembusukan akar. Jika media tanam dibongkar akan tampak hewan kecil bertepung putih yang menempel pada akar yang busuk.
Penanggulangannya dengan menggunakan gabungan nematisida, insektisida, dan fungisida, seperti Sursban atau Diainon (dosis 1 ml/l) atau Dazomet 98% dengan cara disiramkan langsung ke media tanam. Atau bisa juga dengan mengganti seluruh media tanam dengan media tanam baru yang steril. Untuk pencegahan, bisa dilakukan penyemprotan insektisida sebulan sekali.

f.       Semut

Semut sering bersarang di dalam media tanam atau di bawah pot, sehingga bisa merusak akar dan tunas adenium. Semut tergolong vektor penyakit. Penanggulangannya dengan merendam sebentar pot Adenium ke dalam air atau menyiramnya menggunakan obat antisemut.  

g.      Spider Mite         

Hama ini bentuknya mirip laba-laba dan berwarna merah. Nama lainnya motes atau tungau merah. Hama ini senang bersembunyi di bawah daun dan ketiak daun. Adenium yang daunnya berbulu sangat rentan terhadap serangan hama ini karena si tungau suka bersembunyi di sela-sela bulu halus tadi sembari menghisap carian daun dan batang. Pada tanaman sakit di bagian bawah daun atau batang ditemukan sarang tungau merah berupa benang halus.
Gejala awalnya, daun akan berwarna kusam. Selanjutnya daun menguning dan cepat berguguran. Di samping itu, tampak titik-titik kecil warna merah kecoklatan di permukaan daun. Serangannya bisa fatal ditandai dengan gugurnya daun dan keringnya pucuk batang karena cairan tanaman terhisap habis.
Penanggulangannya dengan menggunakan akarisida, misalnya Kelthane atau Omite. Semprotkan ke seluruh tanaman dan lingkungan sekitar dengan dosis yang dianjurkan. Penyemprotan dilakukan 2—4 kali setiap minggu. Tak perlu khawatir jika setelah disemprot daun-daun adenium berguguran, karena daun yang baru dan sehat akan segera muncul. Pencegahan paling efektif adalah meletakkan tanaman di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik, terkena sinar matahari dan air hujan secara langsung. Hama ini tidak menyukai tempat yang berangin kencang dan terkena siraman air hujan terus menerus.

h.      Thrips

Wujudnya berupa kutu berwarna hitam yang bergerak cepat. Thrips menyerang kuncup bunga sehingga gagal mengembang dan menjadi kering. Penanggulangan dengan menyemprotkan insektisida, seperti Detimer, ke bagian yang terkena serangan.

1 comment:

  1. Anthurium kuping gajah adalah jenis anthurium yang tidak berbunga, ada 2 macam tanaman ini, yang pertama berdaun lebar, dan yang berdaun kecil
    Indoor Plant Rental Service

    ReplyDelete