Welcome ...

Wednesday, July 24, 2013

Resensi Nonfiksi “B.3.P; Berhati, Berpikir, Bertindak Positif”

ANDA ADALAH APA YANG ANDA PIKIRKAN

Judul buku        : B.3.P; Berhati, Berpikir, Bertindak, Positif
Pengarang         : Abdurrahman Yuri
Editor               : Nurchasanah
Penerbit            : MQS Publishing
Tahun terbit       : 2010
Tebal buku        : xii + 204 halaman

Pernah mengeluh karena masa lalu? Sering merasa kurang puas atas pencapaian yang telah diraih? Atau bingung menyusun rencana-rencana masa depan yang akan dilakukan? Hal semacam itu sering kita temui dalam kehidupan. Namun, jangan biarkan hal-hal tersebut terus terjadi dalam kehidupan kita.

Saturday, July 20, 2013

Resensi Novel "Edensor"

Judul buku       : Edensor
Pengarang        : Andrea Hirata
Penerbit           : Penerbit Bentang (PT Bentang Pustaka)
Tahun terbit     : 2008
Tebal buku       : xii + 296 halaman

Setelah sukses dengan dua novel pertamanya yang langsung menjadi best seller, Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi, Andrea Hirata mengeluarkan novel ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi yang lagi-lagi menjadi best seller, yaitu Edensor. Novel ini bercerita tentang keberanian bermimpi, kekuatan cinta, pencarian diri sendiri, dan penaklukan-penaklukan yang gagah berani. Di mana dalam novel ini diceritakan sebuah perjalanan yang menakjubkan dan penuh dengan halang rintang.

Friday, March 1, 2013

Meragukah?


Siluet itu, aku melihatnya
Kecil menjadi besar, lambat laun
Tak lagi hanya sekadar titik tanpa rupa
Aku menggigil.

Hanya beberapa senti di depanku
Sampanku telah sampai
Hendak dibawanya aku jauh sealur riak ombak
Aku terdiam.

Sunday, February 10, 2013

Hakuna matata, Aal izz well :)


HAKUNA MATATA

Hakuna matata. Siapa yang belum pernah dengar kalimat singkat penuh makna ini? Buat yang pernah nonton film Lion King pasti tau dong.

Friday, January 25, 2013

DEMONSTRASI (BUKAN) DEMI DEMOKRASI

Demonstrasi bukanlah suatu kata asing bagi warga Indonesia. Demonstrasi bukan pula suatu momen yang aneh. Sudah sejak dahulu rakyat Indonesia mengenal demonstrasi. Terutama sejak masa pemerintahan presiden Soeharto hingga kini. Mulai dari kalangan mahasiswa, buruh, hingga rakyat biasa tidak ragu untuk melakukan demonstrasi. Seperti layaknya kebudayaan asli di Indonesia, demonstrasi sudah menjadi kebudayaan baru bagi masyarakat Indonesia.
Di era reformasi ini, yaitu setelah turunnya Soeharto dari jabatannya sebagai presiden, seluruh rakyat Indonesia di bidang hukum memiliki hak yang sama. Mereka memiliki kebebasan dalam mengemukakan pendapat mereka terhadap sistem pemerintahan di negeri ini. Pemerintahan dari rakyat untuk rakyat benar-benar diterapkan di era ini. Rakyat, melalui wakil-wakilnya dari setiap daerah, dapat ikut mengatur sistem pemerintahan di Indonesia. Kebebasan rakyat dalam mengemukakan pendapat memang telah tercantum dalam undang-undang dasar negara RI. Hal tersebut dapat dilihat praktiknya, salah satunya, dalam kegiatan pemilihan umum. Kegiatan pemilu tersebut membuktikan bahwa rakyat diberi kebebasan untuk memilih secara langsung sesuai hati nurani pemimpin yang akan memimpin negara Indonesia.